Tanaman Hias Puring Yang Warna Warni Dan Beberapa Jenis Paling Populer Di Indonesia

Tentang Tanaman Hias Puring

Ya temen-temen, video kali ini kita akan membahas sebuah tanaman hias yang cukup populer di Indonesia, dan menariknya tanaman ini umum ditemui di pekuburan di Indonesia. Namun seiring bergesernya minat dan hobi masyarakat Indonesia terhadap gardening, maka tanaman ini lebih populer sebagai tanaman hias semata daripada tanaman kuburan yang berbau mistis.

Sebagai tanaman hias, tanaman puring punya warna daun yang warna-warni dan penuh corak seperti yang terlihat dalam video ini ya temen-temen. Bentuk susunan daunnya yang khas, kadang keriting membuatnya semakin cantik. Daunnya bisa tumbuh lebat bergerumbul yang menghadirkan kesan asri dan menyejukkan bagi mata manusia.

Seperti yang saya infokan sebelumnya, puring memiliki warna-warni daun yang memikat. Dan corak warnanya ngga cuma 1 corak ya temen-temen, tapi bener-bener warna warni, walaupun ada juga yang cuma memiliki 1 warna aja seperti hijau atau ungu. Variasi warnanya beragam mulai dari hijau, kuning, jingga, merah, ungu serta campuran dari warna-warna ini. Umumnya urat-urat daun akan memancarkan warna-warni yang lebih cerah daripada warna di pinggir daun. Semakin tua umur tanaman ini, maka warnanya akan semakin pekat. Warna-warni daun inilah yang menjadi kekuatan tanaman ini sehingga dia dinobatkan sebagai tanaman hias yang indah.

Bentuk dan Informasi Lain

Seperti yang terdapat dalam video ini, temen-temen bisa menemukan beberapa bentuk daun yang berbeda dari sesama tanaman puring. Selain warna, bentuk daunnya juga menentukan varietas tanaman puring, mulai dari bentuk yang memanjang, oval, bergelombang, sampai yang helai-helainya terpisah. Ada yang mengatakan bahwa tanaman puring juga bisa berfungsi sebagai obat herbal, tapi saya ngga akan sharing, karena saya belum pernah menemukan informasi yang valid terkait dengan kemampuan herbalnya.

Secara geografis, tanaman ini cocok untuk daerah yang tropis seperti di Indonesia, karena memang dari daerah tropis. Banyak tersebar di Asia Tenggara sampai Asia Pasifik, terutama di Indonesia, Malaysia, dan Australia. Sebagai tanaman tropis, tanaman puring memerlukan pencahayaan alami yang cukup untuk tetap hidup, yang menyebabkan tanaman ini akan tumbuh lebih baik jika ditanam di luar rumah yang terpapar sinar matahari.

Nah jika ada penurunan kualitas cahaya terhadap tanaman ini, maka dampak yang ditimbulkan adalah daun-daunnya merontok. Tapi sebaliknya, kalau semakin banyak cahaya yang terserap maka semakin pekatlah warna-warna yang ditampilkannya. Nah dalam perawatannya, selain mendapatkan sinar matahari yang baik dan memadai, tentu aja dia butuh air. Lakukan penyiraman 2 kali sehari pagi dan sore, kecuali pada saat musim penghujan cukup sekali aja, tapi kalau hujan berkepanjangan seharian, maka penyiraman bisa diabaikan dulu. Untuk perbanyakan tanaman ini, teman-teman bisa melakukannya dengan cara stek batang.

Walanpun puring ini indah ya temen-temen, perlu juga diperhatikan bahwa beberapa bagian dari tanaman ini mengandung racun yang berbahaya jika sampai tertelan oleh anak-anak atau pun hewan peliharaan. Baik akar, batang, dan daun tanaman puring mengandung deoxy ingenol, sejenis racun yang menyebabkan mulut dan tenggorokan terasa seperti terbakar. Getahnya juga potensial menimbulkan eksema atau iritasi pada kulit.

Follow link berikut ini:
Youtube: SetiawanAP
Flickr: SetiawanAP
Instagram: SetiawanAP
Facebook: SetiawanAP
(Setiawan AP – Channel Youtube)